1.
PENGERTIAN STRATEGI, METODE DAN
TEKNIK BELAJAR MENGAJAR
Strategi
belajar-mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi
pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup
dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa (Gerlach dan Ely).
Strategi belajar-mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan,
melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pengajarannya (Dick dan Carey).
Strategi belajar-mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan
prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran
tertentu dengan kata lain strategi belajar-mengajar juga merupakan pemilihan
jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai (Gropper). Tiap
tingkah laku yang harus dipelajari perlu dipraktekkan. Karena setiap materi dan
tujuan pengajaran berbeda satu sama lain, makajenis kegiatan yang harus
dipraktekkan oleh siswa memerlukan persyaratan yang berbeda pula.
Menurut Gropper sesuai dengan Ely
bahwa perlu adanya kaitan antara strategi belajar mengajar dengan tujuan
pengajaran, agar diperoleh langkah-langkah kegiatan belajar-mengajar yang
efektif dan efisien. Ia mengatakan bahwa strategi belajar-mengajar ialah suatu
rencana untuk pencapaian tujuan. Strategi belajar-mengajar terdiri dari metode
dan teknik (prosedur) yang akan menjamin siswa betul-betul akan mencapai
tujuan, strategi lebih luas daripada metode atau teknik pengajaran.
Metode, adalah cara, yang di dalam
fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini berlaku baik bagi
guru (metode mengajar) maupun bagi siswa (metode belajar). Makin baik metode
yang dipakai, makin efektif pula pencapaian tujuan (Winamo Surakhmad).
Kadang-kadang metode juga dibedakan dengan teknik. Metode bersifat prosedural,
sedangkan teknik lebih bersifat implementatif. Maksudnya merupakan pelaksanaan
apa yang sesungguhnya terjadi (dilakukan guru) untuk mencapai tujuan. Contoh:
Guru A dengan guru B sama-sama menggunakan metode ceramah. Keduanya telah
mengetahui bagaimana prosedur pelaksanaan metode ceramah yang efektif, tetapi
hasilnya guru A berbeda dengan guru B karena teknik pelaksanaannya yang
berbeda. Jadi tiap guru mungakui mempunyai teknik yang berbeda dalam
melaksanakan metode yang sama.
Dapat disimpulkan bahwa strategi
terdiri dan metode dan teknik atau prosedur yang menjamin siswa mencapai
tujuan. Strategi lebih luas dari metode atau teknik pengajaran. Metode atau
teknik pengajaran merupakan bagian dari strategi pengajaran. Untuk lebih
memperjelas perbedaan tersebut, ikutilah contoh berikut:
Dalam suatu Satuan Acara Perkuliahan
(SAP) untuk mata kuliah Metode-metode mengajar bagi para mahasiswa program Akta
IV, terdapat suatu rumusan tujuan khusus pengajaran sebagai benikut: “Para
mahasiswa calon guru diharapkan dapat mengidentifikasi minimal empat jenis
(bentuk) diskusi sebagai metode mengajar”.
Strategi yang dipilih
untuk mengajar, misalnya:
1.
Mahasiswa diminta mengemukakan empat bentuk
diskusi yang pernah dilihatnya, secara kelompok.
2.
Mahasiswa diminta membaca dua buah buku
tentang jenis-jenis diskusi dari Winamo Surakhmad dan Raka Joni.
3.
Mahasiswa diminta mendemonstrasikan cara-cara
berdiskusi sesuai dengan jenis yang dipelajari, sedangkan kelompok yang lain
mengamati sambil mencatat kekurangan-kekurangannya untuk didiskusikan setelah
demonstrasi itu selesai.
4.
Mahasiswa diharapkan mencatat hasil diskusi
kelas.
Pemilihan
Strategi Belajar Mengajar
·
Titik tolak untuk penentuan strategi belajar-mengajar tersebut
adalah perumusan tujuan pengajaran secara jelas. Agar siswa dapat melaksanakan
kegiatan belajar-mengajar secara optimal, selanjutnya guru harus memikirkan
pertanyaan berikut : “Strategi manakah yang paling efektif dan efisien untuk
membantu tiap siswa dalam pencapaian tujuan yang telah dirumuskan?” Pertanyaan
ini sangat sederhana namun sukar untuk dijawab, karena tiap siswa mempunyai
kemampuan yang berbeda. Tetapi strategi memang harus dipilih untuk membantu
siswa mencapai tujuan secara efektif dan produktif.
·
Langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut; Pertama
menentukan tujuan dalam arti merumuskan tujuan dengan jelas sehingga dapat
diketahui apa yang diharapkan dapat dilakukan siswa, dalam kondisi yang
bagaimana serta seberapa tingkat keberhasilan yang diharapkan. Pertanyaan
inipun tidak mudah dijawab, sebab selain setiap siswa berbeda, juga tiap guru
pun mempunyai kemampuan dan kwalifikasi yang berbeda pula. Disamping itu tujuan
yang bersifat afektif seperti sikap dan perasaan, lebih sukar untuk diuraikan (dijabarkan)
dan diukur. Tujuan yang bersifat kognitif biasanya lebih mudah. Strategi yang
dipilih guru untuk aspek ini didasarkan pada perhitungan bahwa strategi
tersebut akan dapat membentuk sebagaimana besar siswa untuk mencapai hasil yang
optimal.
·
Namun guru tidak boleh berhenti sampai disitu, dengan kemajuan
teknologi, guru dapat mengatasi perbedaan kemampuan siswa melalui berbagai
jenis media instruksional. Misalnya, sekelompok siswa belajar melalui modul
atau kaset audio, sementara guru membimbing kelompok lain yang dianggap masih
lemah.
Implementasi Belajar
Mengajar
Proses belajar Mengajar (PBM) adalah suatu aspek
dari lingkungan sekolah yang diorganisasikan. Lingkungan ini diatur serta
diawasi agar kegiatan belajar terarah kepada tujuan pendidikan. Kwalitas dan kwantitas belajar murid didalam PBM
bergantung pada banyak faktor, antara lain murid-murid didalam kelas,
bahan-bahan pelajaran, perlengkapan belajar, kondisi umum, dan suasana didalam
PBM. Adapun faktor lainnya yang dapat mendukung tercapainya belajar yang baik
di dalam kelas adalah adanya Job description PBM, yang memuat serangkaian
pengertian peristiwa belajar yang dilakukan oleh kelompok-kelompok siswa.
Kegiatan belajar ini akan berjalan dalam proses yang terarah dan mencapai
tujuannya.
Tahap-tahap pengelolaan kelas yang lazim dipakai
pada masa kini meliputi :
1. Perencanaan (meliputi
penciptaan, penyusunan program, dan perumusan kegiatan)
2. Pengorganisasian ( meliputi
pemanfaatan sumber dan bagian tugas )
3. Pengarahan (meliputi
motivasi, supervisi, dan koordinasi)
4. Pengawasan (meliputi
penganggaran, pelaporan dan evaluasi)
Dalam KBM, terdapat dua hal yang ikut menentukan
keberhasilannya, yakni pengaturan PBM, dan pengajaran itu sendiri.Keduanya
mempunyai saling ketergantungan satu sama lain. Kemampuan mengatur PBM yang
baik, akan menciptakan situasi yang memungkinkan anak belajar sehingga
merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Untuk menciptakan suasana yang
dapat menumbuhkan gairah belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa,
memerlukan pengorganisasian proses belajar yang baik. Tujuan pengajaran
merupakan pangkal tolak keberhasilan dalam pengajaran. Makin jelas rumusan
tujuan makin mudah menyusun rencana dan mengimplementasikan KBM dengan
bimbingan guru.






Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus